Tembus Rp30 Ribu Per Liter, Kelangkaan BBM di Melawi Resahkan Warga Stok SPBU Ludes Sejak Siang
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
- print Cetak

Kelangkaan BBM melanda Kabupaten Melawi hingga harga eceran tembus Rp30 ribu per liter. Kadin Melawi pertanyakan sistem distribusi Pertamina yang serentak kosong. (Foto: Antrean panjang warga di SPBU Nanga Pinoh/Fb/PetronelaNas)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PinohNews.Com — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Melawi dalam beberapa hari terakhir mulai mencapai titik yang meresahkan bagi mobilitas warga. Harga BBM di tingkat eceran dilaporkan melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp30.000 per liter di sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi.
Situasi sulit ini digambarkan oleh salah seorang warga Melawi, Ali Anshori (Jejak Langkah), melalui tulisan di media sosialnya pada Kamis (12/2/2026).
Ali menceritakan pengalamannya membeli bensin dengan harga tinggi tanpa menyadari bahwa bahan bakar sedang menjadi barang langka di pasaran.
“Satu ken kecil Rp 20 ribu, botol kecil Rp 10 ribu. Dalam hati saya bertanya, benar tidak sih takarannya? Habis Isya, kabarnya lebih bikin geleng kepala: di Nanga Pinoh tembus Rp 30 ribu,” tulis Ali Anshori.
Ia juga menyoroti pemandangan antrean kendaraan yang mengular di depan SPBU setiap malam, bahkan saat pintu pengisian sudah ditutup rapat oleh petugas.
Kelangkaan ini dirasa kian memberatkan karena bertepatan dengan persiapan umat Muslim menyambut Ramadan serta warga Tionghoa yang bersiap merayakan Imlek.
Senada dengan hal itu, akun netizen Muro mor turut mengomentari fenomena antrean jeriken yang kerap terjadi di SPBU wilayah Melawi hingga stok ludes dalam waktu singkat.
“Rata2 SPBU Melawi bisa antri pake Ken setiap orang nya. Coba liat paling lama jam 11 siang sudah ludes minyak di SPBU nya,” tulisnya di media sosial.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Melawi, Indra Fahrudi, menyoroti situasi krisis energi ini dengan sangat serius.
Menurutnya, kelangkaan ini sangat kontradiktif karena sehari sebelumnya stok bensin di sejumlah SPBU terpantau masih tersedia dengan cukup.
“Tentunya ini semakin memberatkan warga yang sangat membutuhkan bahan bakar untuk mobilitas harian. Bahkan ini masih sulit didapat,” kata Indra Fahrudi pada Jumat (13/2/2026).
Indra secara tegas mempertanyakan sistem distribusi BBM yang dilakukan oleh pihak Pertamina kepada SPBU yang ada di Kabupaten Melawi.
Ia merasa janggal dengan kondisi kelangkaan yang terjadi secara serentak di seluruh SPBU, padahal pasokan sebelumnya dinilai masih ada.
“Mengapa kelangkaan ini bisa terjadi secara serentak di seluruh SPBU, padahal hari sebelumnya stok masih ada?” ujar Indra mempertanyakan persoalan tersebut.
KADIN Melawi mendesak adanya langkah konkret dari pihak terkait agar masyarakat tidak terus-menerus terjebak dalam krisis energi setiap menjelang hari besar keagamaan.
Diharapkan Pertamina segera melakukan normalisasi distribusi agar harga di tingkat eceran kembali stabil dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan tenang.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar