Mengganggu Kenyamanan dan Bahayakan Lalu Lintas, Dua TPS Sampah di Nanga Pinoh Resmi Ditutup
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
- print Cetak

Ketua Komisi I DPRD Melawi, Widya Rima (tengah). | Mengganggu Kenyamanan dan Bahayakan Lalu Lintas, Dua TPS Sampah di Nanga Pinoh Resmi Ditutup. (Foto: Istimewa0
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PinohNews.Com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Melawi secara resmi menutup dua Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah yang selama ini sering mengalami penumpukan. Penutupan ini dilakukan sebagai tindak lanjut setelah DLH menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama DPRD Melawi pada pekan lalu.
Sebelum dilakukan penutupan secara permanen, petugas DLH terlebih dahulu melakukan pengangkutan sampah secara besar-besaran di dua lokasi tersebut.
Lokasi pertama adalah TPS di samping Kantor Dinas Kesehatan atau sebelah Lapangan Panahan (GOR MTQ) Nanga Pinoh, dan lokasi kedua berada di depan PLTD Sidomulyo.
Dalam proses pembersihan tersebut, DLH tidak hanya mengerahkan pekerja pengangkut sampah, tetapi juga menurunkan alat berat berupa ekskavator.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh tumpukan sampah yang sempat memakan badan jalan dapat terangkut secara tuntas.
Penutupan kedua TPS ini dipicu oleh aroma sampah yang sangat menyengat dan dinilai telah mengganggu kenyamanan warga serta pengguna jalan.
Dalam Rapat Kerja yang digelar di Komisi I DPRD Melawi pekan lalu, Ketua Komisi I DPRD Melawi, Widya Rima, menilai perlunya langkah tegas berupa relokasi.
Menurut Widya Rima, relokasi ke lokasi baru sangat diperlukan agar tempat pembuangan sampah lebih representatif dan tidak mengganggu area publik.
Widya Rima pun menyarankan agar TPS Kenual dan TPS di depan PLN Sidomulyo segera ditutup atau dipindahkan ke titik yang lebih tepat.
“TPS Kenual lokasinya sangat tidak strategis karena bersebelahan dengan Dinas Kesehatan, Lapangan Panahan, Lapangan Lomba Burung, dan bahkan berdekatan dengan kantor DLH sendiri,” tegas Widya.
Ia menekankan bahwa bau sampah yang menyebar telah merusak kualitas udara hingga ke area permukiman warga di sekitarnya.
Sementara itu, untuk TPS di depan PLTD Sidomulyo, Widya menyarankan penutupan karena tumpukan sampah sering meluber hingga ke badan jalan nasional.
Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memicu kecelakaan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Selain masalah lokasi, Widya juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat sebagai salah satu akar permasalahan sampah di Melawi.
Ia menyayangkan masih adanya warga yang tidak patuh pada aturan waktu pembuangan sampah serta enggan membayar retribusi kebersihan.
Widya juga menyindir perilaku oknum masyarakat yang hanya sekadar berkomentar negatif tanpa ada upaya nyata untuk membantu petugas kebersihan di lapangan.
Melalui penutupan ini, diharapkan pengelolaan sampah di wilayah Nanga Pinoh dapat tertata lebih baik dan tidak lagi menimbulkan polusi bau bagi warga.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar