Buntut Pamer Lolos Razia di Media Sosial, Istri Bripka Rahmat Janji Tak Ulangi Perbuatannya
- account_circle Tim
- calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
- print Cetak

Seorang istri polisi di media sosial akhirnya meminta maaf usai videonya pamer lolos razia menggunakan kartu Bhayangkari viral dan menuai kecaman. (Foto: Screenshot/Ist.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PinohNews.Com — Tak lama setelah videonya viral di jagat maya, seorang ibu Bhayangkari yang kedapatan memamerkan aksi lolos dari razia dengan menunjukkan “kartu sakti” resmi menyampaikan permohonan maaf.
Video permintaan maaf tersebut ia sampaikan secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya, @vhea_walliansen, pada Sabtu (7/2/2026).
Dalam unggahan video itu, ia mengakui kesalahannya dan menyadari bahwa tindakannya telah memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
“Saya Riavera Andriani Istri dari Bripka Rahmat Walliansen Secara sadar Saya memohon maaf kepada semua pihak atas postingan video saya di media sosial yang viral dan membuat gaduh,” kata Riavera Andriani dalam video tersebut.
Ia mengklaim bahwa tindakan pamer tersebut tidak bermaksud untuk membanggakan diri secara berlebihan.
Riavera juga menyatakan tidak ada niat untuk menjatuhkan nama baik organisasi Bhayangkari maupun institusi Polri yang menaungi suaminya.
“Sekali lagi, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya memohon maaf yang sedalam-dalamnya. Dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya lagi,” tegasnya menutup video permintaan maaf tersebut pada Sabtu (7/2/2026).
Sebelumnya, aksi Riavera yang memperlihatkan kartu anggota Bhayangkari saat terkena razia polisi lalu lintas (Polantas) menjadi sorotan tajam warganet.
Dalam video aslinya yang viral, ia menceritakan pengalamannya saat diberhentikan petugas di kawasan Bundaran Tugu Juang.
“Guys, ada razia ya guys di Bundaran Tugu Juang. Dan you know what? Aku diberhentiin. Dan aku keluarin ini,” ujar Riavera dalam videonya sambil menunjukkan kartu identitas organisasi istri polisi tersebut.
Ia sempat menyebutkan bahwa petugas Polantas hanya tersenyum saat melihat kartu yang ia tunjukkan dan segera mengenali statusnya sebagai anggota Bhayangkari.
Meskipun pada akhirnya ia menunjukkan SIM dan surat kendaraan yang masih berlaku, warganet tetap melontarkan komentar pedas.
Banyak netizen yang mempertanyakan etika penggunaan atribut Polri untuk kepentingan pribadi serta dugaan pelanggaran lalu lintas yang tampak dalam video.
Salah satu komentar pedas datang dari akun @hafidz.arta1 yang menyoroti adanya dugaan pelanggaran penggunaan ponsel saat mengemudi dan tidak mengenakan sabuk pengaman.
“Melanggar kok bangga. 1. Ga pake seatbelt sabuk pengaman. Yang kedua menggunakan ponsel atau alat komunikasi lain yang mengganggu konsentrasi saat mengemudi,” tulis akun tersebut di kolom komentar.
Kini, setelah permohonan maaf tersebut disampaikan, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali dan menjadi pelajaran bagi seluruh anggota keluarga besar institusi negara dalam bermedia sosial.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar