Kisah Haru di Balik Tragedi Sungai Melawi: Sang Ayah Berpulang Tepat Saat Anaknya Pindah Tugas Menjadi Polisi
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
- print Cetak

Kepala BPBD Melawi, bersama anak almarhum korban. | Kisah Haru di Balik Tragedi Sungai Melawi: Sang Ayah Berpulang Tepat Saat Anaknya Pindah Tugas Menjadi Polisi. (Foto: Fb/Daniel)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PinohNews.Com – Di balik duka mendalam atas tragedi tenggelamnya seorang warga di Sungai Melawi, terselip sebuah kisah perjuangan seorang ayah yang menggetarkan hati. Syaparden (44), warga Desa Semadin Lengkong yang sempat hilang selama tiga hari, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin malam (5/1/2026).
Kepala BPBD Melawi, Daniel, yang mengunjungi rumah duka pada Rabu (7/1/2026), membagikan momen menyentuh mengenai sosok almarhum. Di dinding rumah duka, terpajang dua foto yang menceritakan dedikasi luar biasa seorang ayah.
Foto pertama memperlihatkan Khairul Adib saat berusia 6 tahun dengan seragam polisi cilik. Foto di sampingnya adalah Khairul yang telah menjelma menjadi polisi muda lulusan SPN Polda Kalbar Tahun 2024.
14 Tahun Bertaruh Nyawa di Atas Sampan
Bagi almarhum Syaparden, Khairul bukan sekadar anak semata wayang, melainkan cita-cita yang ia perjuangkan setiap hari. Selama 14 tahun, almarhum bertarung dengan arus Sungai Melawi menggunakan sampannya untuk mencari rezeki demi mewujudkan impian sang anak mengenakan seragam Polri.
Namun, takdir menuliskan skenario yang memilukan. Tepat saat Khairul menerima surat kepindahan tugas ke Kabupaten Melawi—kabar yang paling dinantikan agar mereka bisa berkumpul kembali—sang ayah justru dipanggil pulang oleh Sang Khalik.
“Sang putra pulang ke Melawi membawa berita kepindahan, namun ia harus disambut oleh kenyataan bahwa ia pulang untuk mengantarkan sang ayah ke peristirahatan terakhir,” tulis Daniel melalui akun media sosialnya.
Kronologi Penemuan Jasad Korban
Sebelumnya, Syaparden dilaporkan hilang saat pergi memancing sendirian di Sungai Melawi pada Sabtu (3/1/2026). Upaya pencarian intensif dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Melawi, Polres Melawi, Basarnas Sintang, SAR Brimob, PMI, Koramil, hingga masyarakat setempat.
Jasad korban akhirnya ditemukan pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 22.15 WIB, berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus memberikan imbauan bagi warga lainnya.
“Kami berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai,” ujar Kapolres, Selasa (6/1/2026).
Monumen Abadi Perjuangan Sang Ayah
Meski maut memisahkan mereka sebelum sempat bertukar peluk merayakan kepindahan tugas sang anak, pengabdian Syaparden dianggap telah tuntas.
“Tugas Bapak Syaparden sebagai orang tua telah tuntas. Beliau pergi di saat sang putra sudah ‘menjadi orang’. Kesuksesan sang anak adalah monumen abadi bagi perjuangan sang ayah di atas sampannya,” tutur Daniel.
Kepada ananda Khairul, Daniel berpesan untuk tetap tegar menjalankan tugasnya sebagai abdi negara. Seragam yang kini ia kenakan adalah kebanggaan terakhir dan bukti nyata cinta dari sang ayah yang kini telah beristirahat dengan tenang.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar