Inovasi Bank Mata Pertama di Kalbar, RS PEC Pontianak Jadi Solusi Baru Layanan Kesehatan Mata
- account_circle Tim
- calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
- print Cetak

Gubernur Ria Norsan resmikan RS Mata Pontianak Eye Center (PEC). Tersedia layanan canggih, ramah BPJS, hingga rencana inovasi Bank Mata. (Foto: Adpim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PinohNews.Com — Langkah besar dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Barat kembali tertoreh dengan diresmikannya operasional Rumah Sakit Mata Pontianak Eye Center (PEC). Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka rumah sakit tersebut melalui seremoni grand opening yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, Sabtu (24/1/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direktur Utama PEC, dr. Muhammad Iqbal, atas inisiatif menghadirkan fasilitas kesehatan mata yang representatif.
Kehadiran rumah sakit ini diharapkan menjadi solusi nyata agar masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan ke luar negeri hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mata yang berkualitas.
Gubernur menyoroti fenomena masyarakat Kalimantan Barat yang selama ini kerap memilih berobat ke Kuching, Malaysia, karena standar pelayanan yang dianggap lebih cepat dan tepat.
“Kita membuka pilihan bagi masyarakat. Kalau yang mampu ke Kuching silakan, tetapi jika di sini sudah tersedia fasilitas canggih dengan peralatan mutakhir, mengapa tidak di sini saja,” ujar Ria Norsan.
Salah satu poin penting yang ditegaskan Gubernur adalah mengenai aspek keterjangkauan layanan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Ia mengapresiasi kesiapan Pontianak Eye Center dalam melayani pasien pengguna BPJS Kesehatan guna mengurangi beban penumpukan pasien di RSUD dr. Soedarso.
“Hal ini krusial untuk membantu mengurangi penumpukan pasien di RSUD dr. Soedarso yang saat ini kerap mengalami overload,” jelas mantan Bupati Mempawah dua periode tersebut.
Meski fasilitas fisik terus bertambah, Gubernur mengingatkan tantangan besar terkait keterbatasan jumlah tenaga medis spesialis mata di Kalimantan Barat.
Saat ini Kalbar baru memiliki sekitar 27 dokter spesialis mata, padahal idealnya dibutuhkan minimal 57 hingga 60 dokter untuk melayani populasi 6,7 juta jiwa.
Direktur Pontianak Eye Center, dr. M. Iqbal, menyatakan bahwa kenaikan status dari klinik menjadi rumah sakit adalah langkah konkret menekan angka kebutaan di Kalimantan Barat.
Hingga Desember 2025, PEC dilaporkan telah berhasil melakukan sekitar 30.000 operasi katarak di wilayah Kalimantan Barat.
Sebagai rumah sakit mata khusus, PEC juga memperkenalkan sejumlah layanan unggulan baru seperti Dry Eye Clinic dan Ortho-K untuk penderita rabun jauh usia muda.
Dr. Iqbal juga mengungkapkan rencana inovasi ambisius berupa peluncuran Bank Mata untuk memfasilitasi donor kornea secara mandiri di daerah.
Melalui pendaftaran berbasis digital, pihaknya berharap kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor mata pascawafat semakin meningkat di masa depan.
“Ini adalah mimpi kami bersama untuk bisa menangani pasien yang lebih banyak dan lebih kompleks, termasuk tindakan keratoplasti di Kalimantan Barat,” pungkasnya.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar