Prabowo Perkuat Riset Kampus untuk Dukung Hilirisasi Industri
- account_circle Pinoh News
- calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
- print Cetak

Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto menaikkan anggaran riset perguruan tinggi menjadi Rp12 triliun. Dana riset difokuskan pada swasembada pangan, energi, dan hilirisasi industri strategis. Foto: Pexels dari Pixabay
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PinohNews.com – Presiden Prabowo Subianto resmi menambah alokasi dana riset nasional untuk perguruan tinggi hingga mencapai Rp12 triliun. Anggaran tersebut meningkat Rp4 triliun dari sebelumnya Rp8 triliun, atau setara 0,34 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kebijakan ini dinilai sebagai sinyal kuat komitmen pemerintah dalam memperkuat peran kampus dan peneliti sebagai motor penggerak pembangunan nasional. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut peningkatan anggaran riset tersebut mencerminkan kepercayaan Presiden terhadap kapasitas akademik dalam menghasilkan inovasi strategis.
“Ini adalah bentuk kepercayaan Presiden kepada perguruan tinggi dan para peneliti agar dapat berkontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa,” ujar Brian.
Menurut Brian, tambahan dana riset ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem penelitian di kampus, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang selaras dengan kebutuhan nasional. Inovasi tersebut mencakup sektor ekonomi, teknologi, hingga solusi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo memberikan penekanan khusus agar dana riset difokuskan pada sektor-sektor strategis nasional, terutama swasembada pangan dan swasembada energi. “Riset diarahkan untuk mendukung agenda besar industrialisasi dan hilirisasi,” kata Prasetyo.
Ia menambahkan, pemerintah pada tahun ini akan memulai sejumlah proyek besar yang ditandai dengan berbagai kegiatan groundbreaking di sektor industri strategis. Salah satunya melalui Badan Pengelola Investasi Danantara, yang saat ini menyiapkan 18 proyek strategis hilirisasi industri.
Proyek-proyek tersebut meliputi pengolahan limbah menjadi energi, hilirisasi mineral, hingga penguatan kedaulatan pangan nasional. Presiden Prabowo, lanjut Prasetyo, berharap para guru besar dan peneliti dapat tampil sebagai “pahlawan baru” melalui temuan inovatif yang mendorong kemandirian nasional sekaligus meningkatkan pendapatan negara. (*/)
- Penulis: Pinoh News

Saat ini belum ada komentar