Cegah Fraud dan Kerusakan Lingkungan, Tata Kelola Hutan Diperketat
- account_circle Pinoh News
- calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
- print Cetak

Ilustrasi Wamen Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan tata kelola kehutanan berbasis risiko penting untuk mencegah penyimpangan dan menjaga keberlanjutan hutan. Foto: ymyphoto dari Pixabay
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PinohNews.com – Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan pentingnya penguatan tata kelola kehutanan berbasis risiko. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk mencegah potensi penyimpangan sekaligus memastikan program kehutanan berjalan efektif.
Hal itu disampaikan Rohmat saat menutup Rapat Koordinasi Perencanaan dan Pengawasan Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
“Manajemen risiko harus diintegrasikan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan kehutanan,” kata Rohmat.
Ia menyebut, rapat koordinasi tersebut membahas arah kebijakan kehutanan nasional, termasuk penerapan One Map Policy dan Decision Support System untuk mengonsolidasikan pemanfaatan hutan.
Rohmat juga menyoroti dampak perubahan iklim yang semakin nyata, seperti hujan ekstrem dan siklon, sehingga pengelolaan hutan berbasis lanskap, terutama di daerah aliran sungai, menjadi krusial.
Selain itu, ia menegaskan pengendalian kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab seluruh unit pelaksana teknis, bukan hanya aparat tertentu. “Pencegahan harus menjadi prioritas,” ujarnya. (*/)
- Penulis: Pinoh News

Saat ini belum ada komentar